Showing posts with label Motivasi. Show all posts
Showing posts with label Motivasi. Show all posts

Ember Bocor

Dikisahkan, ada seorang pekerja yang tinggal di rumah sederhana dengan sumurnya yang bermata air jernih, bersih dan segar. Dia bekerja sebagai pengambil air. Tugasnya adalah memenuhi bak air untuk kebutuhan di rumah majikannya.

Dengan pikulan dan ember kayu di kiri kanan tubuhnya, setiap hari dilaluinya jalan sepanjang satu kilometer. Sayangnya satu ember utuh, ember yang lain bocor—ada beberapa lubang kecil di sana. Dengan ember yang utuh, air sampai ke tujuan dengan utuh pula. Sedang ember yang bocor, sampai di tujuan hanya tersisa setengah ember air saja.  Si ember utuh merasa bangga sekali dengan hasil kerjanya, sedangkan si ember bocor semakin lama merasa semakin frustasi.

Dia pun berkata kepada si pekerja, “Tuan, saya merasa sedih dan malu sekali. Saya ingin minta maaf...”

“Kenapa kamu merasa malu?” Tanya tuannya.

“Selama saya disini, saya cuma bisa menyumbangkan setengah ember air ke rumah majikan. Gara-gara saya, mesti tuan telah bekerja keras tetapi hasilnya tidak seimbang dengan tenaga yang tuan keluarkan.” Tukang air terdiam menyimak kata-kata si ember bocor sebelum menjawab, “Di perjalanan pulang nanti, perhatikanlah baik-baik tepian jalan berbunga yang setiap hari kita lalui.” Saat perjalanan pulang, si ember bocor pun memperhatikan tepi jalan yang mereka lewati.

Di bawah sorot hangat sinar matahari, bunga-bunga beraneka warna tumbuh berkembang dis epanjang jalan. Melihat pemandangan yang indah itu, si ember merasa terhibur hatinya. “Lihatlah bunga-bunga yang tumbuh di sisi sebelahmu dan tidak tumbuh di sisi ember utuh. Itu karena saya sengaja menabur benih kembang di sisimu dan kamu yang menyirami setiap hari kita melewati jalan ini. Indah sekali kan? Bunga-bunga itu kupetik untuk dipajang di rumah majikan kita, juga kuberikan untuk kekasihku, dan dia pun semakin sayang kepadaku. Kalau tidak ada kamu, rumah majikan tidak akan seindah itu dan cintaku pun tidak akan semesra ini. Ha ha! Aku lah yang seharusnya berterima kasih kepadamu!” kata si tukang air panjang lebar, dengan riang.

Mendengar semua perkataan itu, si ember bocor merasa senang dan bersyukur karena ternyata walaupun dirinya tidak utuh lagi tetapi masih bisa berguna dan membahagiakan orang. 

Netter yang LuarBiasa,

Begitu pula dalam kehidupan ini, sering kali kita terjebak oleh pandangan yang salah tentang peranan kita. Tiap hari, kita lebih banyak berkutat dengan kekurangan dan kelemahan semata, sehingga perasaan rendah dirilah yang lebih dominan dalam mengarungi hidup ini.

Perlu disadari, tidak ada manusia yang sempurna. Bagaimana pun kecilnya peranan / pekerjaan yang kita emban, lakukan dengan penuh tanggung jawab. Yakin! Apa yang kita berikan pasti bernilai buat diri sendiri dan orang lain.

Tetap semangat, salam sukses luar biasa!!

Andrie wongso
More aboutEmber Bocor

Cintai Apa yang Dimiliki

Pada zaman dahulu, hiduplah seorang raja yang sangat kaya. Akan tetapi, ia merasa ada yang kurang dalam hidupnya. Dari hari ke hari, ia merasa hidupnya kian hampa. Repotnya, dia sendiri tak tahu apa yang menjadi penyebabnya.

Suatu pagi, ketika bangun dari tidur, Raja mendengar suara seseorang yang sedang bernyanyi. Karena penasaran, dia pun bergegas mendekati asal suara tersebut. Ternyata, suara itu berasal dari salah seorang pelayan kerajaan yang sedang membersihkan ruangan. Pelayan itu terlihat sangat menikmati hidupnya. Dengan penasaran sang Raja bertanya: “Wahai Pelayan, rahasia apa yang engkau miliki, sehingga bisa begitu bahagia?”

Pelayan itu pun menjawab, “Tuanku Raja, hamba tidak memiliki apa-apa, kecuali keluarga yang bahagia dan penuh syukur.”

Karena merasa penasaran dengan penuturan si Pelayan, sang Raja pun memanggil penasihat kerajaan yang bijaksana untuk dimintai saran. Kata sang Penasihat, “Yang Mulia, saya yakin bahwa si pelayan itu belum masuk Koin 99! Untuk menjelaskannya, mohon beri hamba koin emas sejumlah 99. Nanti, koin emas ini akan  hamba masukkan ke dalam tas, dan hamba letakkan di depan pintu rumah si pelayan.”

Singkat cerita, tas yang sudah berisi koin 99 itu kemudian diletakkan di depan rumah si pelayan. Sang Raja sendiri dengan perasaan ingin tahu, ikut menantikan bagaimana kira-kira reaksi si Pelayan.

Pada saat si pelayan membuka pintu rumah, dia terkejut dan berteriak kegirangan karena menemukan tas besar berisi kepingan uang emas. Dengan tak sabar, si Pelayan pun mulai menghitungnya. Ternyata, hanya ada 99 keping uang emas—yang berarti tidak genap 100 keping! Lalu, pelayan itu pun mencarinya ke seluruh penjuru istana. Tetapi sia-sia saja, karena ia tetap tidak menemukannya. Jadi, dia bertekad akan bekerja lebih keras supaya dapat membeli 1 lagi koin uang emas sehingga jumlah uang emasnya bisa genap menjadi 100.

Karena begitu fokus akan ambisi dan pekerjaannya, berbeda dengan hari-hari sebelumnya, si pelayan tak lagi bernyanyi dan bersiul gembira. Wajahnya terlihat begitu serius dan murung. Terlihat perubahan yang sangat drastis dalam diri si pelayan.

Sang Penasihat pun menjelaskan hal ini kepada raja, “Tuanku, itu artinya, Pelayan itu telah bergabung dengan Koin 99! Yaitu mereka yang memiliki banyak hal, tetapi merasa tidak bahagia. Mereka fokus bekerja untuk mengejar satu koin lagi supaya genap menjadi 100. Celakanya, dalam mengejar 1 koin ini, mereka lupa pada hal-hal lainnya. Mereka kekurangan waktu tidur, kekurangan waktu untuk keluarga, untuk lingkungan, serta kekuarangan waktu untuk kebahagiaan mereka sendiri. Terkadang, dalam mengejar satu koin emas ini, mereka rela mencelakai orang lain. Itulah yang hamba maksud dengan Koin 99, Yang Mulia.”

“Wahai engkau Penasehat yang bijak, sekarang aku memahami maksudmu,” jawab sang raja. “Mulai sekarang kuputuskan, untuk menghargai setiap apapun yang aku miliki.”

Netter yang Bijaksana,

Sebagaimana si Pelayan dalam cerita tadi, tanpa kita sadari, kita pun sering terfokus hanya pada ‘1 koin’ yang kurang, tanpa pernah bersyukur pada ‘99 koin’ yang sudah kita punya.

Padahal kita semua tahu, ada hal-hal yang tak ternilai harganya. Misalnya kesehatan, teman, sanak-saudara, bahkan keluarga. Bahkan kalau toh seandainya ada salah satu dari hal-hal tersebut tidak kita miliki, setidaknya kita masih memiliki umur dan waktu.

Mari teman-teman, mengembangkan dan menjalankan semua aktivitas dengan modal rasa syukur dan bahagia. Sehingga di sepanjang jalan, kita bisa selalu ringan tangan berbagi kebahagiaan kepada sesama, terutama keluarga.

Salam hangat, luar biasa!

Andrie Wongso
More aboutCintai Apa yang Dimiliki

Surat Untuk Mantan Sahabatku

Halo kesedihan, halo putus asa.
gimana kabar kalian?
sudah lama aku tidak menyapa kalian.


Hari ini aku sempatkan mengirim surat ini untuk kalian.

Maaf, bukan karena aku merindukan kalian, bukan karena aku ingin dekat lagi dengan kalian.

Aku hanya ingin menyapa saudara lamaku. Yang dulu menemani banyak hariku.

Sebenarnya aku tidak ingin memutus persaudaraan dengan kalian.

Jangan salah paham, aku hanya ingin mengenang masa lalu dengan kalian, agar aku lebih kuat sekarang.

Seperti kalian tahu, aku sudah menemukan Tuhanku.

Tempat aku meminta dan bersandar.

Sekarang aku tidak akan lagi menjadi teman akrab kalian.

Maaf, bukannya aku sombong, aku Cuma tidak menemukan kebaikan dari kalian.

Tapi tenang aja, aku tidak akan melupakan kalian. Karena kalian membuatku lebih dekat dengan Tuhanku.

Tapi maaf, aku tidak akan mendengar jeritan kalian. Karena Tuhanku tidak mengijinkan aku dekat-dekat dengan kalian.

Kesedihan, aku pernah kehilangan orang yang aku cintai, lalu aku terus bermuram bersamamu.

Tapi maaf, sekarang ada ALLAH dihatiku, Tuhan Alam Semesta yang tidak akan meninggalkanku.

Putus asa, dulu aku kehilangan banyak hal dalam hidupku, lalu aku semakin sering bercengkrama dengamu.

Tapi maaf, sekarang ada ALLAH yang mencukupiku, tiada kesusahan yang datang tanpa pertolonganNya, maka Dialah penjaminku.

Surat ini untuk kalian, surat terakhir dariku.

Maafkan aku, selanjutnya kita jalani hidup kita masing-masing.

Maafkan aku, setelah ini aku tidak akan bertemu dengan kalian lagi.

Selamat tinggal…

mantan sahabat kalian…
Ahmad Roni


More aboutSurat Untuk Mantan Sahabatku

Pola Pikir si Sulung dan si Bungsu

Bukannya saya bermaksud menggambarkan pola pikir atau mindset seseorang, apalagi menjelaskan tentang karakteristik dari anak bungsu atau anak sulung. Tapi karena terinspirasi melalui broadcast dari seorang teman yang menurut saya cukup menarik untuk di sharing. Tanpa panjang lebar, ini ceritanya.

Alkisah, seorang Ayah memberikan pesan yang sarat akan makna kepada 2 orang anaknya sebelum dirinya menghembuskan nafas terakhirnya. Dimana didikan Ayah yang disampaikan melalui sebuah pesan tersebut ditujukan agar kedua anaknya dapat menjadikan pesan tersebut menjadi ilmu yang mungkin takkan mereka temukan dimanapun.

“Pertama, jangan menagih hutang kepada siapapun. Dan yang kedua, jangan pernah izinkan tubuhmu terkena sinar matahari secara langsung!”, kata sang Ayah kepada kedua anaknya.

Sang anakpun merasa bingung tentang apa yang telah diucapkan oleh Ayahnya kepada mereka. Namun yang ketika itu pesan tersebut tidak dapat ditelaah oleh mereka. Hingga akhirnya sang Ayah pun menghembuskan nafas terakhir, pergi untuk selamanya kembali ke pangkuanNya.



6 tahun berlalu sejak sang Ayah tiada, sang ibu menyempatkan diri untuk melihat kondisi si bungsu yang ternyata bisnisnya yang sangat memprihatinkan. Melihat hal tersebut, lalu sang Ibu bertanya kepada si bungsu, “Wahai anak bungsu ku, kenapa bisnismu jadi seperti ini?!? Apa yang sebenarnya terjadi hingga kau demikian?”. Lalu si Bungsu menjawab, “Aku hanya mengikuti pesan Ayah bu. Aku dilarang untuk menagih piutang kepada siapapun, karena banyak piutang yang tidak di bayar dan lama-lama modal aku habis.

Kemudian Ayah juga melarangku untuk terkena sinar matahari secara langsung, sementara aku hanya memiliki sepeda motor. Itulah sebabnya saya selalu pergi dan pulang menggunakan taksi”.
Melihat alasan si Bungsu, sang Ibu merasa sangat prihatin dan hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala.
Beberapa hari kemudian, sang Ibu juga menyempatkan diri untuk melihat dan mengunjungi keadaan si Sulung. Namun keadaannya justru terbalik dari keadaan si Bungsu. Lalu sang Ibu bertanya kepada si Sulung, “Wahai anak Sulung ku, mengapa hidupmu bisa seperti ini? Kamu terlihat bagaikan seseorang yang sangat beruntung?”.

Si Sulung pun menjawab pertanyaan ibunya, “Ini karena aku mengikuti pesan Ayah bu. Aku dilarang menagih hutang kepada siapapun. Maka dari itu, aku tidak pernah memberikan hutang kepada klien bisnisku atau siapapun itu sehingga modalku yang minim bisa tetap utuh dan terus berkembang. Kemudian aku juga mengikuti pesan Ayah yang kedua, aku dilarang terkena sinar matahari secara langsung. Karena aku hanya memiliki sebuah motor tua, aku selalu berangkat sebelum matahari terbit dan pulang setelah matahari terbenam. Dengan demikian sehingga perlahan banyak orang yang mengetahui bahwa toko yang aku miliki buka dari pagi dan tutup hingga malam hari”.

Si Sulung dan si Bungsu menerima pesan yang sama, namun diantara mereka berdua memiliki sudut pandang yang berbeda. Dan mereka melakukan cara yang berbeda hingga mendapatkan hasil yang juga berbeda.
So, semoga anda dapat memetik pelajaran dengan cara menganggapi sesuatu secara positif dari ‘kisah si Sulung Bungsu dan si Sulung’ di atas.


sumber
More aboutPola Pikir si Sulung dan si Bungsu

Tahun Baru dan Semangat Baru

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Dr HM Harry Mulya Zein

Pekan depan, dunia sudah memasuki tahun baru 2013 Masehi. Meski bukan kalender Hijriah, namun memasuki tahun yang baru ini patut kiranya memberikan semangat baru untuk terus memacu memperbaiki hidup.

Sebagai umat Islam, semangat merayakan pergantian tahun baru bukan sekadar dengan menggelar pesta kembang api atau menghabiskan malam dengan pesta terompet. Namun pergantian tahun ini selayaknya memberikan kita semangat baru dalam membuat karya nyata dan prestasi hidup.

Bagi umat Islam memiliki keyakinan bahwa waktu merupakan merefleksikan diri dalam kehidupan dunia yang akan dipertangungjawabkan di akherat nanti.  Sebagaimana sudah tertulis di dalam Al-Quran yang berbunyi artinya,

Adalah orang yang merugi jika hari ini sama dengan hari kemarin dan hari esok lebih buruk dengan hari ini. Dan kamu akan termasuk kaum yang beruntung jika hari ini lebih baik dari hari kemarin dan hari esok lebih baik dari hari ini.”

Pemahaman itu memberikan keyakinan bagi kita bahwa waktu bukan sekadar kumpulan angka-angka yang tertera pada jarum jam atau di kalender. Tetapi waktu adalah sesuatu yang harus dipertanggungjawabkan oleh Allah SWT, Sang Pemilik Zaman.

Memaknai pergantian tahun itu sebagai momentum perubahan budaya secara individual (ibda’ binafsih), keluarga dan masyarakat yang selama tahun sebelumnya mungkin masih ada kekurangan atau kealpaan, diarah lebih baik di masa mendatang.

Perubahan ini bisa terjadi apabila setiap jiwa umat Islam mampu ‘menghijrahkan’ seluruh kekuatannya (pemikiran dan tindakannya) bagi kemajuan dalam kehidupan secara pribadi.

Perubahan yang dimulai dari rumah tangga dan dilanjutkan  melalui lembaga pendidikan akan membawa dampak positif sejalan dengan perkembangan. Semua itu harus dimulai dari sekarang sebagai menciptakan negerasi muda Islami yang mampu melakukan perubahan dalam kehidupan. Sebab sudah digariskan dalam Islam bahwa “Allah SWT tidak akan mengubah nasib suatu kaum, kecuali kaum itu sendiri yang akan mengubahnya”.

Karena itu ada tidaknya perubahan dalam kehidupan seseorang atau kelompok masyarakat sangat tergantung pada individu atau kelompok tersebut. Itu langkah minimal yang sejatinya dilakukan setiap muslim dalam memaknai pergantian tahun ini.

Intinya, Islam juga mengajarkan, bahwa hari-hari yang dilalui hendaknya selalu lebih baik dari hari-hari sebelumnya. Setiap Muslim dituntut untuk selalu berprestasi, yaitu menjadi lebih baik dari hari ke hari, begitu seterusnya.
           
Dengan keyakinan itu, maka orientasi kerja-kerja keduniaan yang selama ini kita lakukan patut kiranya di tahun 2013 kita ubah berdasarkan pada nilai-nilai kebajikan (ma’rufat) dan membersihkannya dari pelbagai kejahatan (munkarat).

Dalam hal ini, ma’rufat mencakup segala kebajikan (virtues) dan seluruh kebaikan (good qualities) yang diterima oleh manusia sepanjang masa, sedangkan munkarat menunjuk pada segenap kejahatan dan keburukuan yang selalu bertentangan dengan nurani manusia. Nilai kebaikan bisa diejawantahakn dengan bekerja berprinsip nilai kejujuran dan profesionalitas.

Sikap jujur sebagaimana yang disabdakan Rasulullah SAW agar dapat berperilaku yang baik dengan “menjauhi dusta karena dusta akan membawa kepada dosa dan dosa membawamu ke neraka. Biasakanlah berkata jujur karena jujur akan membawamu kepada kebajikan dan membawamu ke surga.” (HR Bukhari dan Muslim).

Pribadi yang jujur merupakan roh kehidupan yang teramat fundamental, karena setiap penyimpangan dari prinsip kejujuran pada hakikatnya akan berbenturan dengan suara hati nurani. Seperti contoh, para penyelenggara negara pada setiap aktivitas dalam rangka melayani masyarakat tentunya tidak menanggalkan prinsip kejujuran.

Dengan pemahaman itu, maka patutnya pergantian dari tahun 2012 menuju tahun 2013 ini kita jadikan sebagai momentum mengubah diri menuju perubahan dalam segala bidang sebagai upaya penyatuan umat Islam Indonesia. Semoga
More aboutTahun Baru dan Semangat Baru

10 Kalimat Wajib Diwaspadai

Saya sering mengamati kehidupan dan suka mengamati bagaimana orang-orang saling berinteraksi, saling memberi kalimat penyejuk hati, entah interaksi verbal, maupun tulisan di berbagai media sosial (Facebook, twitter, dsb). Agak berbeda dengan yang lain (mungkin), struktur otak saya lebih suka memperhatikan apa yang tersirat dari pada hanya sekedar mendengarkan apa yang meluncur dari mulut (atau tulisan) guru-guru besar tersebut.

Guru Besar? yup! saya selalu menganggap orang-orang di sekitar saya adalah guru. Saya bisa belajar dari mereka, saya dapat menemui banyak contoh; contoh baik dan buruk tentunya. Saya juga bisa belajar dari kesalahan dan kebenaran yang telah mereka lakukan, sekaligus langsung bisa melihat dampaknya pada diri mereka masing-masing sebelum berusaha ‘meniru’ apa yang telah mereka lakukan.

Apa yang saya dapatkan? Setidaknya ada 10 kalimat yang memiliki dampak cukup unik pada motivasi hidup. Saya tidak berani berkata “harus menghindari” kalimat-kalimat ini.. Saya hanya bisa “mewaspadainya” sebelum kalimat-kalimat itu menyusun kekuatannya dan mulai menjadi jangkar dalam hidup saya… :)

1. Saya tidak mungkin melakukannya

Hmm… saya tidak perlu mengkerdilkan diri dan kemampuan saya untuk berkata seperti itu. Saya percaya, sebagai ciptaan yang paling sempurna, ada kekuatan luar biasa yang telah diturunkan langsung dari atas ‘sono’ .

2. Saya tidak punya bakat

Bakat? talenta? yup.. saya akui, “Pintar memang bisa dipelajari, tetapi “bintang” adalah dilahirkan“. Ada beberapa orang yang dianugerahi talenta luar biasa. Tetapi, hal ini bukan berarti orang yang lainnya tidak mempunyai talenta apa pun, kan? Saya sering melihat bagaimana orang-orang bisa berhasil walau hanya berbekal satu atau dua talenta saja. Sebaliknya saya juga sering melihat banyak orang gagal dan terbuang walau sebenarnya multitalenta.

Sikap, perilaku, dan perkataan justru lebih menentukan bagaimana seseorang bisa dihargai dan diterima oleh lingkungannya. Saya sendiri lebih menghargai, mendukung, bahkan memprioritaskan “orang-orang biasa” yang berperilaku santun, tekun, dan lemah lembut, daripada mereka yang berbakat luar biasa tetapi memiliki sikap dan perkataan yang kasar atau tidak mengenakkan.. (I know it is ridiculous, but that’s the fact.. ; )  )

Hmmm.. anyway, “bakat” sendiri bukan sebuah hal yang statis. Bakat “ada” karena apa yang biasa dilihat, didengar, dirasakan.. ini proses selama bertahun-tahun. Seorang anak yang dilahirkan dari keluarga seniman.. karena terbiasa mendengarkan nyanyian ibunya sejak kecil, karena terbiasa melihat bapaknya menggambar, saya yakin, ketika dewasa ia akan mewarisi bakat seni orang tuanya (walau belum tentu menyukainya). Demikian juga anak-anak lain yang dibesarkan dari keluarga bisnisman, ilmuwan, dan sebagainya. Sekalipun hal ini masih menjadi perdebatan di kalangan psikolog, tetapi saya boleh percaya bahwa manusia punya kuasa untuk menciptakan “bakat”!

3. Saya cuma lulusan SD

Kata “SD” pada kalimat di atas boleh diganti dengan “SMP”, “Kejar Paket A”, “TK”, atau apalah..  Yang jelas, pendidikan bukan penentu utama keberhasilan seseorang. Memang, mereka yang berpendidikan tinggi akan lebih berpeluang berhasil dari pada yang berpendidikan rendah (maaf). Tetapi bukan berarti lulusan SD tidak bisa berhasil. Saya sering melihat bagaimana sebuah perusahaan yang mayoritas karyawannya sarjana, tetapi ternyata pemiliknya hanya lulusan SD. Anda juga bisa membaca salah satu cerita konyol mengenai hal ini di artikel Email Anak SMP. Bahkan, 6 dari 10 Pemuda Pengubah Dunia yang saya tulis beberapa waktu lalu itu juga tidak pernah lulus kuliah!

So, what? Saya akan berusaha untuk tidak menyalahkan pendidikan sebagai topeng kemalasan dan kebodohan saya. Jika tidak tahu, ya belajar.. simple kan? ;)

4. Lingkungan saya tidak mendukung

Banyak sekali orang-orang hebat lahir dari keadaan yang sama sekali mendukung. Siapa saja? terlalu banyak untuk disebutkan :D . Beberapa di antaranya pernah tertulis di kategori Tokoh Inspiratif. Banyak tulisan dan lagu hebat yang justru lahir saat penulisnya masih di dalam penjara. Banyak orang kaya lahir dari keluarga miskin. Banyak ilmuwan yang dulunya dianggap bodoh atau gila, bahkan Thomas A. Edison pun pernah ditolak masuk SD karena dianggap idiot. Saat keadaan berkecamuk karena perang dan menjadi pengungsi, Albert Einstein malah dinobatkan menjadi Doktor dan Guru Besar. Bung Karno juga bukan sarjana politik, beliau adalah insinyur, dalam keadaan terbuang di Bengkulu, beliau malah merancang beberapa rumah dan merenovasi Masjid Jami’ di tengah kota. Tom Cruise? Ah, dia hanya seorang disleksia yang susah membedakan antara huruf “b” dan “d”. Keadaan bisa membuat berhasil tetapi bisa juga membuat gagal. Yup, Semua tergantung dari bagaimana cara  melihat dan menghadapinya.. ;)

5. Masa lalu saya hancur

Dalam konteks ini, sepertinya kisah mengenai Oprah Winfrey bisa menutupnya. Yup, orang tuanya bercerai, dan lebih parah lagi, dia pernah diperkosa oleh saudara sepupunya. Tiap orang tahu, mengatasi problem masa lalu memang rumit. Masa lalulah yang membentuk diri dan menentukan bagaimana sifat dan sikap seorang manusia. Tetapi, itu “hanya film”.. yah, film! cukup untuk dilihat dan diikuti ceritanya, bisa dijadikan inspirasi atau motivasi hidup (kalo perlu), atau bisa juga dijadikan ‘hobi’ saat senggang. Tetapi, film hanya film.. berbeda dengan kenyataan sekarang.

Ia hanya dokumentasi sejarah dan tidak ada yang bisa dirubah. Kenapa harus ngotot pada sesuatu yang sudah tidak bisa dirubah? Lebih baik jika menyutradarai “film baru” yang ceritanya bisa dirubah seperti yang diinginkan.. saya biasa menyebut film baru tersebut: “Masa Depan“.

6. Saya tidak punya kesempatan

Hmm.. setahu saya setiap orang diberi waktu yang sama setiap harinya: 24 jam. Kenapa hasilnya bisa lain? Yup, setiap orang menggunakannya dengan caranya masing-masing. Memang, setiap orang dianugerahi lingkungan yang berbeda-beda. Ada lingkungan yang memang cukup kondusif untuk maju, tetapi ada juga yang destruktif bagi kemajuan. Tetapi, bukan berarti kesempatan itu tidak ada!

Jika melihat kemiskinan, berarti saya diberi kesempatan untuk mengentaskan kemiskinan. Jika melihat orang tertimpa musibah, berarti saya diberi kesempatan untuk menolong.. sekali lagi, Kesempatan! Ia selalu ada di sekitar saya. “Kesempatan” adalah pemicu kemauan seseorang untuk merubah sesuatu yang gak beres menjadi beres.. sesuatu yang gak baik menjadi baik. “Kesempatan” tidak hanya muncul pada situasi-situasi yang mengenakkan, malah sebaliknya, semakin kritis lingkungan, akan semakin banyak kesempatan yang muncul. Bukankah krisis ekonomi tahun 1998 yang lalu justru malah melahirkan banyak sekali jutawan-jutawan baru? Bukankah mereka yang ‘berhasil’ adalah mereka yang bisa melihat dan memanfaatkan “kesempatan” ini?

7. Saya kurang beruntung

Yup, keberuntungan memang bisa dikatakan sebagai hal yang statis, ia tidak datang begitu saja pada setiap orang. Ia memang seperti anugerah. Jika keberuntungan memang sulit diusahakan, lalu kenapa tidak memintanya kepada Sang Pemberi Anugerah? ;) . Dulu pernah ada penelitian mengenai hal ini. Lengkapnya pernah tertulis di artikel The Luck Factor. Yeah.. di situ terdapat beberapa tips untuk ‘merayu’ Sang Pemberi agar selalu melimpahkan keberuntungan pada umatnya.

8. Saya Takut Sakit Hati lagi

Di twitter, seorang sahabat pernah menulis “Mencintai, memiliki, dan merasa kehilangan adalah satu paket kehidupan yang tidak dapat dipisahkan..”. Selain itu, di blog ini juga pernah ada tulisan Tentang Perpisahan. Yup.. “Kelak, setiap orang pasti akan meninggalkanmu, atau justru kamu yang akan meninggalkan mereka.. “. Sakit hati juga sebuah bagian penting dari proses kehidupan.. bukankah Hati yang sempurna dan bijaksana adalah justru hati yang memiliki banyak bekas luka?

9. Saya khawatir jika hasilnya mengecewakan

Tidak ada satu orang pun yang tidak pernah mengecewakan orang-orang di sekitarnya. Tidak mungkin memiliki banyak teman tanpa memiliki sedikit musuh. Tidak ada karyawan yang sama sekali tidak pernah mengecewakan atasannya. Yang paling penting adalah apa yang harus dilakukan jika ternyata mengecewakan orang lain? yup.. Tiga Kata Ajaib mungkin bisa bisa membantu.. ^^

10. Saya takut salah

Nobody perfect! That’s all.. :D . Setahu saya.. orang yang takut salah dan takut gagal justru malah lebih banyak berbuat kesalahan. Tidak ada percobaan ilmiah yang tidak pernah gagal. Tidak ada pengusaha sukses yang belum pernah bangkrut, tidak ada peruntung tenar yang belum pernah mengalami kerugian, tidak ada aktivis yang tidak pernah teraniaya, tidak ada tokoh politik yang belum pernah dikritik, dan tidak ada selebritis terkenal yang belum pernah dicacimaki. Yup.. ini adalah “kuat-kuatan”, mereka yang tahan terhadap dampak kesalahan yang pernah dibuat dan tidak pernah berhenti berusaha.. merekalah yang berhasil.. ^^

sumber
More about10 Kalimat Wajib Diwaspadai

Hal yang Paling Membedakan Antara Kegagalan dan Kesuksesan

“Achievement seems to be connected with action. Successful men and women keep moving. They make mistakes, but they don't quit. – Prestasi terkait erat dengan tindakan. Orang-orang yang sukses akan terus berupaya. Mereka melakukan kesalahan, tetapi mereka tidak menyerah.” Conrad Hilton

Orang sukses bukan tidak pernah gagal, melainkan mereka tidak pernah menyerah. Sikap tersebut memerlukan mentalitas yang gigih. Kegigihan adalah salah satu unsur kehidupan yang sangat penting bagi kita. Sebagian besar orang-orang yang sukses memiliki mental seperti itu.

Contoh, Laksamana Peary baru berhasil mencapai Kutub Utara setelah berupaya 8 kali. Sementara Thomas Alfa Edison melakukan eksperimen 1.000 kali sebelum berhasil menemukan bola lampu dan 1.000 paten terbanyak sepanjang masa.  John Creasey ditolak 743 kali oleh penerbitnya, sebelum berhasil menerbitkan 560 judul buku, yang telah terjual lebih 60 juta kopi. Begitupun yang terjadi pada Albert Einstein, Abraham Lincoln, dan lain sebagainya. Mereka tidak memiliki kelebihan khusus kecuali kegigihan.

Presiden USA ke 30, Calvin Coolidge mengatakan, “Tidak ada sesuatu pun di dunia ini yang dapat menggantikan kegigihan. Bakat? Sudah sangat umum orang yang tidak berhasil karena ia hanya mengandalkan bakat. Kecerdasan? Sangat banyak orang yang cerdas tetapi tidak punya apa-apa. Pendidikan yang tinggi? Di dunia ini sangat banyak orang terlantar yang berpendidikan cukup tinggi. Kegigihan dan tekad kuat saja yang memiliki kekuatan besar.”

Ketika kita memutuskan untuk tetap melanjutkan upaya hingga tercapai tujuan, itulah kegigihan. Meskipun tidak mudah memilikinya, tetapi kehidupan ini sendiri sebenarnya dapat membentuk kegigihan kita. Sehingga tak menutup kemungkinan kita pun memiliki sikap mental yang gigih dan menjadi salah satu dari orang-orang sukses di dunia.

Langkah yang dapat kita tempuh untuk membangkitkan mentalitas kegigihan kita adalah membaca dan mendengar kisah tentang bagaimana orang-orang sukses di dunia mengatasi berbagai rintangan sampai akhirnya mereka berhasil menjadi pemenang. Bila kita mengorek informasi lebih jauh tentang perjuangan mereka, kita akan mendapati bahwa mereka tak jauh berbeda dengan kita. Jika kita memiliki kualitas kegigihan seperti mereka, berarti kita pun mampu melakukan sesuatu yang luar biasa.

Memiliki target yang jelas dan terukur juga dapat membangkitkan kegigihan. Ketika segalanya berjalan sulit atau tantangan semakin besar, baiknya fokuskan pada target yang ingin kita capai. Orang yang sukses pasti memiliki kreativitas untuk menciptakan alternatif-alternatif mengatasi kesulitan di tengah proses pencapaian tujuan. Target yang jelas merupakan sumber kreativitas, keberanian dan energi untuk tetap gigih berupaya.

Melakukan visualisasi akan sangat mempengaruhi semangat dan suasana hari-hari kita. Caranya adalah mengosongkan pikiran terlebih dahulu. Kemudian pejamkan mata, dan lihatlah diri kita sejelas-jelasnya. Misalnya melihat diri kita mendapatkan sebuah penghargaan, lalu diminta memberikan kata sambutan di panggung sebagai seorang ilmuwan yang telah menemukan tehnologi terbaru dan efektif memajukan hasil pertanian 100 kali lipat.

Kemudian kita juga akan melihat di sana kita berbicara dengan percaya diri dan profesional serta memberikan inspirasi kepada banyak orang yang menghadiri acara tersebut. Bayangkan bagaimana seumpama kita nanti benar-benar mengalaminya. Melakukan visualisasi sesering dan sejelas mungkin seperti itu dapat membangkitkan tekad kita untuk melakukan langkah-langkah yang luar biasa. “Ingatlah selalu bahwa tekad Anda untuk sukses adalah lebih penting daripada apa pun,” terang Abraham Lincoln.

Auto-suggestion atau afirmasi adalah melakukan ulangan dengan menulis atau mengucapkan sebuah harapan secara berulang-ulang. Misalnya menyatakan, “Aku akan selalu menyambut hari baru dengan penuh semangat dan senyum yang paling manis. Aku akan menikmati setiap tantangan.” Itu hanya sebuah contoh afirmasi, dan semua orang bisa menuliskan atau mengucapkan harapan yang positif sesuai keinginan masing-masing untuk meningkatkan kegigihan.

Melakukan auto-suggestion atau afirmasi bagi orang lain yang tidak mengerti tujuan yang hendak kita capai mungkin akan menganggap kita gila. Tetapi menurut Albert Cray, “Salah satu penentu sukses yang umum adalah membiasakan diri melakukan hal-hal yang tidak dilakukan oleh orang-orang yang gagal.” Karena auto-suggestion atau afirmasi dengan disertai keyakinan terbukti sangat berpengaruh terhadap pikiran dan kegigihan kita dalam melakukan langkah-langkah yang mendekatkan diri terhadap target yang ingin kita capai.

Lingkungan terdiri dari orang-orang, dan merupakan faktor yang sangat berpengaruh terhadap kegigihan seseorang. Hyman Rickover mengatakan, “Great minds discuss ideas, average minds discuss events, small minds discuss people. – Orang-orang yang hebat mendiskusikan ide-ide, orang-orang biasa-biasa saja mendiskusikan situasi, orang-orang hidupnya susah akan cenderung membicarakan tentang kekurangan orang lain.”

Kita harus pandai dan berhati-hati memilih komunitas, karena kekeliruan memilih dapat menyebabkan semangat kita turun drastis. Sebaliknya semangat atau kegigihan kita akan terpacu bila kita dikelilingi dengan orang-orang yang berpikir dan memiliki kebiasaan positif. Mereka terdiri dari orang-orang yang memiliki semangat luar biasa untuk lebih baik dan kemauan belajar yang tinggi.

Seorang yang sukses pasti memiliki program dan target kerja. Ia akan menyukai tantangan yang akan membawanya kepada kemenangan yang ia harapkan. Menghadiahi diri sendiri berdasarkan hasil tentu akan memacu kegigihan kita mewujudkan target yang lebih besar. Misalnya untuk pencapaian target jangka pendek kita nonton film terbaru atau belanja baju baru di pusat perbelanjaan. Sedangkan untuk prestasi jangka menengah kita sengaja mempersiapkan sebuah liburan ke luar kota selama 2-3 malam. Kitapun perlu memanjakan diri, misalnya melakukan wisata ke luar negri dan lain sebagainya setelah berhasil melampaui tantangan yang melelahkan untuk mencapai target jangka panjang.

Secara garis besar, kita harus belajar dari kehidupan yang terus berputar. Memang banyak diantara kita yang jatuh. Tetapi bila kita memilih untuk menang, sebenarnya mahkota kesuksesan itu berada sangat dekat dengan saat kita memulai. Jadi meskipun kecepatan kita rendah dalam menciptakan kemajuan, pastikan untuk tidak pernah menyerah dan tetap gigih melangkah.

More aboutHal yang Paling Membedakan Antara Kegagalan dan Kesuksesan

Kapan Waktu yang Tepat untuk Berinvestasi?

Banyak sekali tulisan yang mendorong pembaca untuk berinvestasi dan menunda konsumsi untuk menyiapkan masa depan, sehingga kita sadar bahwa investasi itu penting. Namun setelah paham benar apa itu investasi, akan terbersit pertanyaan di kepala kita, “Kapan dong waktu yang tepat untuk berinvestasi?”

Pertanyaan tersebut seringkali dilontarkan oleh mereka yang sudah ingin sekali berinvestasi tapi takut salah dalam memilih waktu yang tepat untuk membeli produk seperti reksadana, emas, atau saham. Tak heran jika investor pemula membutuhkan waktu yang lama untuk memulai berinvestasi. Banyak pertimbangan yang dipikirkan, termasuk mengenai kapan waktu tepat untuk masuk ke saham, misalnya. Apakah harganya akan naik lagi atau justru malah turun? Karena memang, banyak jenis investasi yang harganya fluktuatif, terkadang naik dan turunnya sangat ekstrim.

Sebagai contoh, IHSG pada 7 Januari 2008 berada pada level 2.830,26. Lalu selama 10 bulan berturut-turut, mengalami penurunan tajam, puncaknya pada 17 November 2008, IHSG berada pada level 1.146,28 atau hanya tinggal 40,5% saja. Namun pada 17 Desember 2012, IHSG mencapai angka 4.301,44. Artinya jika membeli saham pada tanggal 7 Januari 2008 dengan harga 2.830,26 per lembarnya lalu harganya turun pada 17 November 2008 menjadi 1.146,28 maka uang Anda di saham itu sudah rugi sekitar 59,5%.

Sebuah kerugian yang akan membuat investor pemula “kapok” untuk kembali berinvestasi di saham. Padahal, kerugian tersebut tidaklah benar-benar terjadi jika saham tidak dijual pada 17 November 2008. Kerugian itu hanya sekedar catatan di laporan sahamnya. Jika saat turun Anda tahan dan dijual 4 tahun kemudian pada 17 Desember 2012 kemarin, harganya sudah naik menjadi 4.301,44 dan keuntungannya mencapai 152% atau rata-rata per tahun sekitar 11% (compounded interest) dari tanggal awal pembeliannya.

Persoalannya adalah, siapakah yang tahu kapan harga akan naik atau turun? Kalau pun ada yang bisa “meramal” itu hanya perkiraan dengan metode analisis teknis dan belum tentu tepat. Tepat atau tidaknya ramalan tersebut dapat dirasakan setelah benar-benar terjadi. Maka dari itu ada sebuah perusahaan manajer investasi yang dalam salah satu iklannya menyebutkan begini: “The best time to invest is 20 years ago, and the second best is NOW”.

Ya, karena bila kita melakukan investasi 20 tahun yang lalu di reksadana saham misalnya, hari ini kita akan melihat angka di reksadana saham mengalami kenaikan yang luar biasa. Itu baru kita ketahui sekarang, tidak bisa dipastikan pada 20 tahun yang lalu. Sehingga, menurut iklan tersebut, bila ingin menikmati hasil investasi di masa mendatang, mulailah berinvestasi sekarang.

Sebagai seorang financial planner, seringkali banyak yang bertanya mengenai kapan waktu yang tepat untuk berinvestasi. Saya menjawabnya dengan singkat, yaitu pada saat Anda punya uang. Kapan Anda punya uang? Bagi seorang yang bekerja, tentu punya uangnya pada saat gajian, mendapatkan bonus, atau menerima THR. Maka lakukan investasi secara rutin setiap kali Anda punya uang, setelah gajian, setelah mendapatkan THR atau pendapatan lainnya.

Keuntungan berinvestasi rutin:
1. Anda tidak terpengaruh untuk ikut-ikutan market trend
2. Meminimalisasi risiko volatilitas (fluktuasi harga)
3. Dalam jangka panjang membuat harga beli investasi Anda berada pada harga rata-rata
4. Tidak perlu melakukan analisis market yang tidak Anda kuasai
5. Nilai investasi menjadi lebih optimal.

Lalu, apakah investasi rutin ini pasti akan memberikan hasil yang terbaik dibandingkan investasi satu kali alias sekaligus dengan nilai yang besar? Tentu tidak selalu demikian, sebab kita tidak pernah tahu apakah market akan naik atau turun. Karena itulah strategi investasi secara rutin akan membuat investasi Anda lebih optimal.

Jadi, jangan buang-buang waktu untuk menganalisis kapan waktu yang tepat. Bisa jadi Anda akan terlambat atau tidak pernah membeli produk investasi karena selalu berharap harga turun, tapi kenyataannya naik terus, misalnya. Lakukan pembelian investasi Anda sehari setelah Anda menerima gaji, bonus, atau mendapat pemasukan lainnya.

Ingat: Waktu yang terbaik untuk berinvestasi adalah pada saat Anda punya uang!

Happy Investing!

Sumber
More aboutKapan Waktu yang Tepat untuk Berinvestasi?

Tentang Seseorang yang Menjadi Pilihan Hidup Kita

Orang selalu berkata, "Ada bekas istri atau suami, tapi tidak ada bekas anak dan bekas orangtua.” Cerita bijak berikut ini mungkin bisa sedikit mengubah pandangan tersebut dan membuat seseorang ingin memiliki suami atau istrinya sampai akhir hayat.

Seorang dosen mengadakan permainan kecil untuk para mahasiswanya yang sudah berkeluarga dan meminta satu orang maju ke papan tulis.

Dosen: “Tulis 10 nama yang paling dekat dengan Anda!"
Maka, mahasiswa itu menulis 10 nama (ada nama tetangga, orangtua, teman kerja, istri, anaknya, dst.)

Dosen: “Sekarang pilih 7 diantaranya, yang sekiranya Anda ingin hidup terus bersamanya!” Mahasiswa itu mencoret 3 nama.

Dosen: “Silakan coret 2 nama lagi!”
Tinggal 5 nama.

Dosen: “Coret lagi 2 nama!”
Tersisalah 3 nama, yaitu nama orangtua, istri, dan anaknya.

Suasana kelas hening. Mereka mengira semua sudah selesai dan tidak ada lagi yang harus dipilih. Tetapi, tiba-tiba dosen itu berkata, "Silakan coret 1 nama lagi!”
Mahasiswa itu harus mengambil pilihan yang amat sulit. Ia lalu mencoret nama orangtuanya secara perlahan.

Dosen: “Silakan coret 1 nama lagi!”
Betapa bingungnya hati mahasiswa itu.. Kemudian ia mengangkat kapur dan dengan lambat mencoret nama anaknya sambil menangis.

Setelah suasana tenang, sang dosen bertanya kepada mahasiswa itu. "Anda tidak memilih orangtua yang membesarkanmu, dan tidak juga memilih anak yang merupakan darah dagingmu. Sedangkan istri, konon bisa dicari lagi. Tapi mengapa Anda memilih istrimu?”

Semua orang di dalam kelas menunggu jawaban dari mahasiswa itu, dengan penuh rasa ingin tahu. Lalu si mahasiswa berkata, “Seiring waktu berlalu, orangtua saya akan pergi dan meninggalkan saya. Anak saya pun jika sudah dewasa lalu menikah, pasti meninggalkan saya juga. Sedangkan yang benar-benar bisa menemani saya dalam hidup ini hanyalah ISTRI saya.

Orangtua dan anak bukan saya yang memilih, tapi Tuhan yang menganugerahkan; tapi saya yang memilih sendiri ISTRI saya dari seluruh perempuan yang ada di sekitar."

Sumber
More aboutTentang Seseorang yang Menjadi Pilihan Hidup Kita

Pepatah Hidup yang Penuh Makna

Hidup hanya sekali..... nikmatilah setiap detik yang takkan munkin kau temui....

Didalam hidup terkadang kita mengalami banyak cobaan tetapi semakin cobaan itu datang menerpa kita, maka semakin kuat kita dalam menjalani hidup.

Tuhan tidak pernah memberi cobaan kepada hambanya jika tidak sanggup untuk dihadapi oleh hambanya.

Ketika cobaan datang menerpa, kita akan teringat kepada Tuhan kita....

dan apabila kita dalam keadaan bahagian cobalah untuk mengingat Tuhan juga dan jangan disaat mengalami cobaan saja kita mengingat tuhan.

Sahabat akan selalu ada dikala kita sedang membutuhkannya.

Sahabat sejati adalah mereka yang tau ketika engkau bersedih tapi engkau tetap untuk tersenyum dan berkata tidak ada apa-apa.

Sahabat itu bagaikan tulang rusuk bagi kita, selalu dekat di hati dan tak pernah menjauh dari kita.

Hidup ini terlalu singkat apabila kita terus menyesali apa yang terjadi pada kita.

Hidup ini akan terasa indah apabila kita terus mensyukurinya.

Hidup ini akan terasa bahagia apabila kita terus memberi tanpa meminta kembali.

Jangan pernah menyediakan pundakmu bagi wanita yang engkau kasihi karena disaat engkau akan menyatakan cintamu maka dia akan berkata selama ini aku menganggapmu hanya sebatas teman saja.

Jangan pernah menganggap JOMBLO itu adalah sebuah kesialan apabila engkau ingin merasakan cinta yang indah.

Jangan meremehkan seseorang dikarenakan dia cuma hanya bisa diam saja

Dalam hidup jangan lupakan mereka yang telah menolongmu....

Jangan benci dia yang pernah mencintaimu....

Jangan khianati dia yang percaya padamu.....

Sahabat adalah mereka-mereka yang slalu berdiri disampingmu dan merangkulmu ketika kau lemah....

Sahabat adalah mereka yang slalu berkorban untukmu walaupun pengorbanan itu adalah hati dan jiwanya.....

Jgn berucap, cukup bertindak. Jgn katakan, cukup lakukan. Jgn memberi janji, cukup bukti.....

Jika kamu tak mau kehilangan seseorang, maka jangan lakukan hal-hal yang bisa membuat dia kehilangan kamu.

1 love....1 taste...1 song...but should't be 1 girl...

Jangan pedulikan apa yang dia dan mereka pikirkan tentangmu....karena yang harus kita perdulikan adalah apa yang bisa kita lakukan hari ini untuk dia....

lakukan dari hati beri yang terbaik pasti kan kau raih cita, cinta dan juga mimpimu...

jangan berjanji ketika kamu sedang bahagia....

jangan bicara ketika kamu sedang marah....

jangan memutuskan ketika kamu sedang sedih....

Dalam hidup ini segala hal lakukanlah dari hatimu maka engkau akan mendapatkan hasil yang memuaskan.

Jangan pernah berkata tidak sebelum mencoba karena engkau tak pernah tau seberapa besar kehebat an anda.

Jangan menertawakan mereka yg melakukan hal bodoh karena cinta, hingga kamu sendiri mengalami betapa cinta bisa membuat kamu gila.

Tak peduli seberapa keras usahamu, kamu tak akan pernah mampu mendustai hatimu!

Jangan membalas mereka yg telah menyakitimu, karena jika kamu lakukan itu, kamu tak ada bedanya dengan mereka.

Cinta yang kamu miliki tulus adanya jika kamu mampu mencintai seseorang dengan menutup kedua matamu.

Hal paling menakutkan bukanlah ketika tak tahu dimana kamu berada, tapi ketikatak tahu mengapa kamu ada di tempat kamu kini berada.

Ketika mencintai seseorang, cintai apa adanya. Jangan berharap dia yang sempurna, karena kesempurnaan adalah ketika mencinta tanpa syarat.

Tak peduli apa yg telah hilang dalam hidupmu, selama kamu masih mampu bersyukur pada Tuhan, kamu tak pernah kehilangan apapun.

Anak miskin atau kaya, akan pasti berhasil jika mereka jujur, bekerja keras, dan tetap rendah hati.

Lupakanlah cinta lama jika engkau ingin mendapatkan cinta yang baru.

Lebih baik engkau mengungkapkan isi hatimu walaupun engkau merasa malu dan bodoh dari pada engkau akan merasa penuh penyesalan suatu saat kelak karena malu tuk mengatakan isi hatimu.

Seorang yang benar tidak pernah memperdebatkan bahwa dia benar tapi cukup hanya dengan diam saja.

Cinta akan terasa indah apabila kita saling mempercayai dan memiliki

Apabila engkau telah mengkhianati seseorang maka tida tertutup kemunkinan engkau juga akan dikhianati oleh orang lain.

Cinta itu ibarat api yang menyala, jangan pernah padamkan dia walaupun kecil nyalanya tetap jaga dia untuk tetap menyala karena apabila engkau padamkan maka engkau akan sulit untuk menghidupkannya kembali.

Orang yang tak pernah membuka hatinya untuk orang lain maka dia akan hidup dalam kesendirian selamanya.

Untuk menjadi seseorang yang sangat di inginkan oleh seseorang wanita adalah seseorang yang tau menempatkan dirinya sebagai seorang kekasih ketika wanita itu memerlukan seorang kekasih disisinya dan tau menempatkan dirinya sebagai seorang teman ketika wanita itu memerlukan seorang teman disisinya dan tau menempatkan dirinya sebagai seorang ayah ketika wanita itu memerlukan seseorang sosok ayah disisinya.

Ketika kamu berhenti mengejar apa yg bukan untukmu, Tuhan akan mempertemukan kamu dengan apa yg baik untukmu.

Jangan pernah mengeluh, Tuhan telah berikan segala yg kamu butuhkan tuk meraih mimpimu. Percaya, Dia punya rencana besar untukmu.

Bahagia ketika kamu mendengar detak jantung seseorang, dan mengetahui bahwa kamulah penyebab detaknya begitu kencang.

Terkadang kamu memilih tuk sendiri, karena tak kamu temukan seseorang yg mampu mencintaimu sebaik kamu mencintai dirimu sendiri.

TEMAN BAIK, adalah mereka yg menjadikan masalahmu, masalah mereka.

Cinta butuh kepastian. Tapi jangan terus mempertanyakannya, karena cinta adalah untuk dijaga dan diperjuangkan, bukan hanya dipertanyakan.

Jangan pernah menilai orang lain dari luar. Kamu tak akan pernah tahu isi hati seseorang. Kamu hanya bisa menebaknya. Dan tebakanmu bisa saja salah.

Jika engkau dan sahabatmu mencintai seorang wanita maka relakanlah untuk sahabatmu karena mudah untuk mendapatkan seorang wanita tapi tak mudah untuk mendapatkan seorang sahabat yang selalu berada disisi

Jangan pernah mencari salah orang lain jika engkau tidak mau dicari kesalahan oleh orang lain.

More aboutPepatah Hidup yang Penuh Makna

Cerita Seorang Gadis Buta

Hati dan mata sering tidak seirama. Ketika mata tak bisa melihat, segala kebaikan orang akan berujung janji di hati. Akan tetapi, ketika mata sudah melihat, janji di hati tadi bisa diingkari. Seperti kisah berikut.

Ada seorang gadis buta yang membenci dirinya karena ia buta. Ia juga membenci setiap orang kecuali pacarnya. Sang pacar selalu berada di sisinya setiap saat. Oleh karenanya itu, sang gadis berkata bahwa jika ia bisa melihat dunia, ia akan menikahi sang pacar.

Suatu hari, seseorang mendonorkan sepasang mata untuk gadis itu. Kemudian ia pun bisa melihat dunia, termasuk sang pacar. Lalu pacarnya bertanya, "Sekarang, kamu sudah bisa melihat dunia. Maukah kamu menikah denganku?”

Gadis itu amat terguncang ketika melihat sang pacar ternyata buta juga. Ia pun menolak menikah dengan sang pacar. Dengan berlinang air mata, sang pacar pergi. Beberapa hari kemudian ia mengirim surat kepada mantan kekasihnya tadi dan berucap:

“Peliharalah mataku sayang.” (*)

Sumber
More aboutCerita Seorang Gadis Buta

Hidup Ibarat Kopi

Inspirasi - Sekelompok alumni sebuah perguruan tinggi ternama, yang sekarang adalah para pimpinan perusahaan top, mengadakan sebuah nostalgia ke kampus mereka. Selain berkunjung ke kampus, mereka juga menemui profesor yang pernah menjadi guru mereka.

Dari senda gurau basa-basi, obrolan akhirnya mengerucut ke persoalan yang dihadapi sebagian besar dari mereka. Stres di tempat kerja dan juga di keluarga. Alih-alih menimpali keluhan para bekas muridnya, sang guru besar pergi ke dapur ruang kerjanya. "Saya bikinkan minuman dulu ya?"

Tak seberapa lama profesor pun keluar sembari membawa sebuah teko besar berisi kopi. Setelah meletakkan di meja tamu, ia kembali ke dapur. Kali ini ia membawa beragam cangkir yang lebih dari cukup untuk para tamunya. Gelas dan cangkir itu beragam bentuk. Ada yang bagus dan mahal, namun ada juga yang biasa dan bersahaja.

"Silakan ambil sendiri kopinya," kata profesor.

Ketika semua sudah memegang cangkir berisi kopi, profesor berkata, "Jika kalian perhatikan, semua cangkir yang terlihat mahal dan bagus kalian ambil. Menyisakan cangkir-cangkir biasa yang murahan. Adalah normal bagi kalian untuk menginginkan yang terbaik bagi diri kalian. Dan itulah sumber persoalan dan stres kalian. Padahal, apa yang kalian inginkan sebenarnya kopi, bukan cangkir. Namun dengan sadar kalian ingin cangkir yang bagus dan membutakan diri terhadap cangkir yang jelek.

"Sekarang pertimbangkan hal ini: hidup adalah kopi, dan pekerjaan, uang, serta kedudukan dalam masyarakat adalah cangkir. Mereka hanyalah alat untuk menampung hidup. Dan itu tidak mengubah kualitas hidup itu sendiri. Terkadang, dengan memusatkan pikiran pada hanya satu cangkir, kita gagal menikmati kopi yang telah Tuhan berikan."

Maka, jangan sampai cangkir menyetir Anda, namun nikmatilah kopi.


Sumber
More aboutHidup Ibarat Kopi

Belajar Motivasi dari Siapapun

Belajarlah dari siapapun.. sekali lagi belajar dari siapapun:
1. Belajar dr KUNTILANAK..sesulit apapun hidup tetap tertawa ceria hihihihiii...

2. Belajarlah dr TUYUL..kecil2 dah pinter nyari duit.

3. Belajarlah dr POCONG..dari dulu pakaiannya itu2 aje, hidup sederhana tp tetap gembira melompat2.

4. Belajarlah dr BABI NGEPET..klo malem cukup pake lilin..hemat pan??

5. Belajar juge dari jaelangkung...dateng tak diundang..pergi tak diantar...belajar mandiri ye...kemane-mane bise sendiri...

6. belajar dr suster ngesot, keliatan wkt msh hidup rajin ngepel n bersih2 rumah dan suster yang jaga kesehatan hehehehe....



Sumber: myquran.org
More aboutBelajar Motivasi dari Siapapun

Motivasi Hari Ini

"Hentikanlah kebiasaanmu
membandingkan kekuranganmu
dengan kelebihan orang lain.
"
(Mario Teguh)

"Bila anda gagal hari ini, jangan pernah menyerah. Ulangi terus kegagalan anda sampai boss anda menyerah" (Mario Tegar)


"Jgn pernah menyerah .... Benturkanlah kepala anda ditembok atau batu, maka akan keluar duit"
(Mario Bross)

"Jika modal usaha Anda habis utk aktivitas usaha Anda, setor terus modal Anda sekalipun tidak mendatangkan hasil"
(Mario Tekor)

"Tak ada pekerjaan yg berat. Pekerjaan Seberat Apapun Akan Terasa Ringan Apabila Tidak Dikerjakan"
(Mario Ngeluh) =))


"Jika anda merasa lelah dengan pekerjaan anda, Maka tidurlah, maka 1 masalah sudah terselesai kan"
(Mario Tepar)


"Jgn pernah mikir kerjaan terus...enjoy ur life, forget bout everything that's bothering u...let's get this party started!!!!".
(Mari yo Dugem)

"Mulai dari yg mudah dan ringan, yg rumit dan berat nanti juga ada org lain yg ngerjain"
-Mario Tega->:O

"Mulailah dari yg kecil ... krn semua yg besar dulunya juga kecil"
-Mario Erot-:/

Kesuksesan bisa diraih krn usaha...
Usaha ada krn kemauan...
Kemauan tercipta krn ada cita-cita...
Cita-cita brasal dari mimpi...
Mimpi ada krn Tidur...
So... Jika ingin sukses marilah kita Tidur...
- Mario Tengil-

Sumber: http://myquran.org/forum/index.php/topic,71940.0.html
More aboutMotivasi Hari Ini

Kesempatan Kedua

Alkisah, di kesepian malam, tampak seorang pemuda berwajah tampan sedang memacu laju kendaraannya.Karena kantuk dan lelah yang mendera, tiba-tiba ia kehilangan kesadarannya dan gubraaak.....mobil yang dikendarainya melintasi trotoar dan berakhir dengan menabrak sebuah pohon besar.

Karena benturan yang keras di kepala, si pemuda sempat koma dan dirawat di rumah sakit. Saat kesadarannya mulai kembali, terdengar erangan perlahan. "Aduuuh...kepalaku sakit sekali. Kenapa badanku tidak bisa digerakkan. Oh..ada di mana ini?". Nanar, tampak bayangan bundanya sedang menangis, memegangi tangan dan memanggil-manggil namanya.

Lewat beberapa hari, setelah kesadarannya pulih kembali, ia baru tahu kalau mobil yang dikendarainya ringsek tidak karuan bentuknya dan melihat kondisi mobil, seharusnya si pengemudi pasti meninggal dunia. Ajaibnya, dia masih hidup (walaupun mengalami gegar otak lumayan parah, tulang paha yang patah menjadi enam, dan memar di sana-sini; hal ini membuatnya harus menjalani operasidan proses terapi penyembuhan yang lama dan menyakitkan).

Saat pamannya datang menjenguk, si pemuda menggerutu tidak puas pada kehidupannya, "Dunia sungguh tidak adil! Sedari kecil aku sudah ditinggal oleh ayahku. Walaupun aku tidak pernah hidup berkekurangan tetapi teman-temanku jauh lebih enak hidupnya. Gara-gara Bunda membelikan mobil jelek, aku jadi celaka bahkan kini cacat pula wajah ini. Oh...sungguh sial hidupku.."

Pamannya yang kenal si pemuda sedari kecil menegur keras, "Anak muda. Wajahmu rupawan tetapi jiwamu ternyata tidak.Bundamu bekerja keras selama ini hingga hidupmu berkecukupan. Lihatlah sekelilingmu, begitu banyak orang yang tidak seberuntung kamu. Tidak perlu menyalahkan orang lain. Kecelakaan ini karena kesalahanmu sendiri! Pernahkan kamu pikirkan, seandainya kecelakaan itu merenggut nyawamu, bekal apa yang kamu bawa untuk mempertanggungjawabkan seluruh perbuatanmu di hadapan Sang Khalik? Tuhan begitu baik, memberi kesempatan kedua kepadamu untuk hidup lebih lama. Itu artinya, kamu harus hidup lebih baik! Apakah kamu mengerti?"

Si pemuda terpana sesaat dan lirih menjawab, "Terima kasih paman. Saya akan mengingat nasihat paman. Biarlah luka di wajah ini sebagai pengingat agar aku tahu diri dan mampu untuk bersyukur".

Netter yang LuarBiasa,
Setiap hari di setiap tarikan napas kita sesungguhnya adalah "kesempatan kedua" di dalam kehidupan kita. Kesempatan untuk selalu mengingat kebaikan yang telah kita terima dan mengingatkan kita untuk selalu berbuat bajik kepada sesama.

Mari manfaatkan setiap kesempatan yang ada dengan menjalankan ibadah dan amanah. Di kesempatan yang baik ini, saya mengucapkan selamat berpuasa, semoga amal ibadah kita diterima oleh Yang Maha Kuasa.

Sumber: Andrie Wongso
More aboutKesempatan Kedua

Jadi Astronot Pertama Jepang Karena Mimpi

Mohri kecil adalah sang pemimpi. Keinginannya untuk bisa menggapai bintang dipupuknya sejak masih kanak-kanak. Siapa sangka, pria bernama lengkap Mamori Mohri itu, kini menjadi salah satu pria paling tersohor di negeri matahari terbit. Dia adalah astronot pertama asal Jepang.

Mohri mulai bercerita, bagaimana bisa menggapai mimpi-mimpinya itu, sejak usia belasan, dimana Mohri melihat video yang menayangkan kosmonot Rusia pertama, Yuri Gagarin. “Earth is Blue”, kata Yuri Gagarin dalam video yang ditonton Mohri kecil.

Kata-kata itu terus terbayang dan menginspirasi mimpinya untuk terbang ke Luar Angkasa. “Saya bermimpi pergi ke antariksa karena melihat Yuri Gagarin pergi ke Luar Angkasa,” seperti cerita Mohri yang dikutip dari techno.okezone.com, di Bogor, Rabu (11/7/2012).

Dia melihat berbagai video dan berbagai foto yang menunjukkan Bumi dari Luar Angkasa. Bumi yang biru terus memupuk mimpinya. Mohri pun terus menggapai asa-nya untuk bisa melihat Bumi dari Luar Angkasa secara langsung.

“Saya melihat video dan berbagai foto Bumi dari Luar Angkasa, tapi kemudian saya berpikir ini tidak mewakili kenyataan seperti yang saya melihat dengan mata telanjang,” imbuhnya.

Sayangnya, ungkap pria kelahiran 29 Januari 1948 ini, waktu itu hanya Amerika Serikat dan Rusia yang memiliki pesawat Luar Angkasa. Agar bisa terbang ke luar, orang mesti menjadi salah satu warga negara tersebut.

Mohri pun menyimpan impiannya. Sampai pada usia 15 tahun, Mohri melihat Gerhana Matahari total yang memberinya motivasi baru.

“Saya melihat sebuah fenomena alam di mana Matahari tertutup Bulan. Semuanya gelap. Ini cuma bertahan 30 detik sampai Matahari berubah menjadi cincin. Terang dan hangat. Gerhana ini memotivasi saya pada sains (ilmu pengetahuan),” kenangnya.

Bertemu Astronot Pertama Indonesia
Minat sains itu kemudian mendorongnya untuk mempelajari nuklir. Mohri terus mempelajari bidang ini sampai suatu hari mendengar pemerintah membuka perekrutan astronot.

Dia turut serta dalam perekrutan itu dan berhasil bergabung dengan National Space Development Agency of Japan.

Pada 1992, Mohri berhasil terbang ke Luar Angkasa menggunakan pesawat ulang-alik Endeavor, sekaligus menorehkan namanya sebagai warga negera Jepang pertama ke Luar Angkasa.

Selama pelatihan untuk terbang ke Luar Angkasa di NASA, Mohri mengatakan pernah bertemu dengan astronot pertama Indonesia, Pratiwi Pujilestari Sudarmono.

Penerbangan Pratiwi sendiri dibatalkan setelah terjadi tragedi kecelakaan pesawat ulang-alik Challenger. “Sejak itu, saya berjanji padanya untuk membawa ilmuwan Asia ke Luar Angkasa,” kenang Mohri.

Tanpa Batas
Menurut Mohri, ketika di Luar Angkasa, hal yang masuk akal di permukaan Bumi tidak lagi berlaku. Melihat Bumi dari Luar Angkasa baginya merupakan sesuatu yang sangat indah.

“Melihat Bumi saya menyadari ribuan orang hidup berdampingan dengan mahluk lain di balik atmosfer, dalam bola bulat biru yang indah,” terangnya.

Dari Luar Angkasa, Bumi di mata Mori menjadi sesuatu yang begitu terhubung. Tidak ada atas-bawah dan tanpa pusat. “Hal pertama yang Anda sadari adalah tidak adanya perbatasan, tidak ada satu bentuk kehidupan pun yang tidak saling berhubungan,” kenangnya.

Awan yang terlihat dari Luar Angkasa pun, menurutnya terlihat menyumbangkan warna dan turut memberi bentuk pada Bumi. Kemajuan ilmu pengetahuan pun, kini menunjukkan bahwa segala sesuatu di Bumi memiliki hubungan.

“Genome, sains dan DNA juga menunjukkan bahwa segala hal di dunia ini berhubungan. Segalanya terhubung melalui alam, simbiosis, DNA atau lingkungan,” pungkasnya.
More aboutJadi Astronot Pertama Jepang Karena Mimpi

Si Tukang Kayu

Seorang tukang kayu tua bermaksud pensiun dari pekerjaannya di sebuah perusahaan kontruksi real estate. Ia menyampaikan keinginannya tersebut kepada pemilik perusahaan. Tentu saja, karena tak bekerja, ia akan kehilangan penghasilan bulanannya, tetapi keputusan itu sudah bulat. Ia merasa lelah. Ia ingin beristirahat dan menikmati sisa hari tuanya dengan penuh kedamaian bersama istri dan keluarganya.

Pemilik perusahaan merasa sedih kehilangan salah seorang pekerja terbaiknya. Ia lalu memohon pada si tukang kayu tersebut untuk membuatkan sebuah rumah untuk miliknya.

Tukang kayu mengangguk menyetujui permohonan pribadi pemilik perusahaan itu. Tapi, sebenarnya ia merasa terpaksa. Ia ingin segera berhenti. Hatinya tidak sepenuhnya dicurahkan. Dengan ogah-ogahan ia mengerjakan proyek itu. Ia Cuma menggunakan bahan-bahan sekedarnya.

Akhirnya selesailah rumah yang diminta. Hasilnya bukanlah sebuah rumah baik. Sungguh sayang ia harus mengakhiri karirnya dengan prestasi yang tidak begitu mengagumkan.
Ketika pemilik perusahan itu datang melihat rumah yang dimintainya, ia menyerahkan sebuah kunci rumah pada si tukang kayu. “Ini adalah rumahmu“ katanya ”hadiah dari kami”. Betapa terkejutnya si tukang kayu. Betapa malu dan menyesal. Seandainya saja ia mengetahui bahwa ia sesungguhnya mengerjakan rumah untuk dirinya, ia tentu akan mengerjakannya dengan cara yang lain sama sekali. Kini ia harus tinggal di sebuah rumah yang tak terlalu bagus hasil karyanya sendiri.

Itulah yang terjadi dalam kehidupan kita. Kadangkala, banyak dari kita yang membangun kehidupan dengan cara yang membingungkan. Lebih memilih berusaha ala kadarnya ketimbang mengupayakan yang baik. Bahkan, pada bagian-bagian terpenting dalam hidup kita tidak memberikan yang terbaik. Pada akhir perjalanan, kita terkejut saat melihat apa yang telah kita lakukan dan menemukan diri kita hidup di dalam sebuah rumah yang kita ciptakan sendiri. Seandainya kita menyadari sejak semula, kita akan menjalani hidup ini dengan cara yang jauh berbeda.

Renungkanlah rumah yang sedang kita bangun. Setiap hari kita memukul paku, memasang papan, mendirikan dinding dan atap. Mari kita selesaikan rumah kita dengan sebaik-baiknya seolah-olah hanya mengerjakannya sekali saja dalam seumur hidup. Biarpun kita hanya hidup satu hari, maka dalam satu hari itu kita pantas untuk hidup penuh keagungan dan kejayaan.

Apa yang bisa diterangkan lebih jelas lagi. Hidup kita esok adalah akibat dari sikap dan pilihan yang kita perbuat di hari ini. Hari perhitungan adalah milik Tuhan, bukan kita, karenanya pastikan kita pun akan masuk dalam barisan kemenangan.
More aboutSi Tukang Kayu

Kisah Tiga Orang Tuli dan Guru Bisu

Pada suatu ketika, hiduplah seorang penggembala miskin. Setiap hari ia menggiring domba-dombanya ke bukit mencari rumput segar. Dari sana ia memandangi desa tempat ia tinggal bersama keluarganya. Ia tuli, tetapi itu tak jadi masalah baginya.

Suatu hari istrinya lupa mengirim bungkusan makan siangnya; juga tidak menyuruh anak mereka untuk membawakannya. Sampai tengah hari kiriman itu tidak datang juga. Si penggembala itu berpikir, “Aku akan pulang dan mengambilnya. Aku tidak dapat berdiam di sini sepanjang hari tanpa sepotong makanan.” Namun ia tidak dapat meninggalkan domba-dombanya. Tiba-tiba ia memperhatikan seorang pemotong rumput di tepi bukit. Ia menghampirinya dan berkata, “Saudaraku, tolong jaga domba-dombaku ini dan awasi jangan sampai tersesat atau berkeliaran. Aku akan kembali ke desa karena istriku begitu bodoh lupa mengirim makan siangku.”

Ternyata pemotong rumput itu juga tuli. Ia tidak mendengar satu kata pun yang diucapkan, dan sama sekali salah paham terhadap maksud si penggembala.
Katanya, “Mengapa aku harus memberi rumput untuk ternakmu? Sedangkan aku sendiri memiliki seekor sapi dan dua ekor kambing di rumah. Tidakkah kau lihat, aku ini harus pergi jauh demi mencari rumput bagi ternak-ternakku.

Tidak, tinggalkan aku. Aku tidak ada urusan dengan orang sepertimu yang hanya ingin enaknya sendiri mengambil milikku yang cuma sedikit ini.” Ia menggerakkan tangannya dan tertawa kasar.

Si penggembala tidak mendengar apa yang dikatakan oleh si pemotong rumput.
Katanya, “Oh, terima kasih kawan, atas kebaikkan dan kesediaanmu. Aku akan segera kembali. Semoga keselamatan dan berkah tercurah atas dirimu. Engkau telah meringankan bebanku.” Ia segera berlari ke desa menuju gubuknya yang sederhana. Di sana ia mendapati istrinya sakit demam dan sedang dirawat oleh para istri tetangga.

Kemudian, si penggembala itu mengambil bungkus makanan dan berlari kembali ke bukit. Ia menghitung domba-dombanya dengan cermat. Semuanya masih lengkap seperti semula. Ia lalu melihat si pemotong rumput masih sibuk memotong rumput segar. Si penggembala ini berkata pada dirinya sendiri, “Ah, betapa luar biasa pribadi si pemotong rumput ini. Benar-benar dapat dipercaya. Ia sudah menjaga domba-dombaku agar tidak terpencar bahkan tidak mengharapkan terima kasih dariku. Aku akan memberinya domba pincang ini. Sebenarnya domba pincang ini akan kusembelih sendiri, namun biarlah aku berikan pada si pemotong rumput itu agar bisa jadi makan malam yang lezat bagi keluargnya.

Ia pun memanggul domba pincang yang dimaksud di atas bahunya, menuruni bukit dan berteriak pada si pemotong rumput, “Wahai saudaraku!, ini hadiah dariku, karena engkau telah menjaga domba-dombaku selama aku pergi. Istriku yang malang menderita demam, itulah mengapa ia tidak mengirimkan aku makan siang.
Pangganglah domba ini untuk makan malammu nanti malam; lihat domba ini kakinya pincang dan memang akan aku sembelih!”

Tetapi disisi lain, si pemotong rumput tidak mendengar kata-katanya dan berteriak marah, “Penggembala busuk! Aku tidak tahu apapun yang terjadi selama kau pergi. Jadi jangan salahkan aku atas kaki pincang dombamu! Sedari tadi aku sibuk memotong rumput, dan tidak tahu mengapa hal itu terjadi!

Pergilah, atau aku akan memukulmu!”

Si penggembala itu amat heran melihat sikap marah si pemotong rumput, tetapi ia tidak dapat mendengarkan apa yang dikatakannya. Tiba-tiba ada seorang melintas di antara mereka dengan menunggang seekor kuda yang bagus. Si penggembala menghentikan si penunggang kuda itu dan berkata, “Tuan penunggang kuda yang mulia, aku mohon katakan padaku apa yang diucapkan oleh pemotong rumput itu. Aku ini tuli, dan tidak tahu mengapa ia menolak pemberianku berupa seekor domba ini, malah marah-marah seperti itu.”

Si penggembala dan si pemotong rumput mulai saling berteriak pada si penunggang kuda untuk menjelaskan kemauannya masing-masing. Si penunggang kuda itu turun dan menghampiri mereka. Ternyata penunggang kuda itu pun sama tulinya. Ia tidak mendengar apa-apa yang kedua orang itu katakan. Justru, ia ini sedang tersesat dan hendak bertanya dimana dirinya saat ini. Tetapi ketika melihat sikap keras dan mengancam dari ke dua orang itu, akhirnya ia berkata, “Benar, benar, saudara. Aku telah mencuri kuda ini. Aku mengakui, tetapi aku tidak tahu kalau itu milik kalian. Maafkan aku, karena aku tidak dapat menahan diriku dan bertindak mencuri.”

“Aku tidak tahu apa-apa tentang pincangnya domba ini!” teriak pemotong rumput.

“Suruh ia mengatakan padaku mengapa pemotong rumput itu menolak pemberianku, ” desak si penggembala, “aku hanya ingin memberikannya sebagai penghargaan tanda terima kasihku.”

“Aku mengaku mengambil kuda. Aku akan kembalikan kuda ini. “kata penunggang kuda,” tapi aku tuli, dan tidak tahu siapa di antara kalian pemilik sesungguhnya kuda ini.”
Pada saat itu, dari kejauhan, tampak seorang guru tua berjalan. Si pemotong rumput lari menghampirinya, menarik jubah lusuhnya dan berkata, “Guru yang mulia, aku seorang tuli yang tidak mengerti ujung pangkal apa yang dibicarakan oleh kedua orang ini. Aku mohon kebijaksanaan anda, adili dan jelaskan apa yang mereka teriakkan.”
Namun, si Guru tua ini bisu dan tidak dapat menjawab, tapi ia mendatangi mereka dan memandangi ketiga orang tuli tersebut dengan penuh selidik.

Sekarang ketiga orang tuli itu menghentikan teriakan mereka. Guru itu memandangi sedemikian lama dan dengan tajam, satu per satu hingga ketiga orang itu merasa tidak enak. Matanya yang hitam berkilauan menusuk ke dalam mata mereka, mencari kebenaran tentang persoalan tersebut, mencoba mendapatkan petunjuk dari situasi itu.

Tetapi ketiga orang tuli itu mulai merasa takut kalau-kalau guru tua itu menyihir mereka atau mengendalikan kemauan mereka. Tiba-tiba si pencuri kuda meloncat ke atas kuda dan memacunya kencang-kencang. Begitu juga si penggembala, segera mengumpulkan ternaknya dan menggiringnya jauh ke atas bukit. Si pemotong rumput tidak berani menatap mata guru tua itu, lalu ia mengemasi rumputnya ke dalam kantong dan mengangkatnya ke atas bahu dan berjalan menuruni bukit pulang ke rumahnya.

Guru tua itu melanjutkan perjalanannya, berpikir sendiri bahwa kata-kata merupakan bentuk komunikasi yang tidak berguna, bahwa orang mungkin lebih baik tidak pernah mengucapkannya!
More aboutKisah Tiga Orang Tuli dan Guru Bisu

Menunda Kesenangan Kecil Demi Kesuksesan Besar

Seberapa banyak yang ingin kita raih di dalam hidup ini ?

Apakah kita telah puas dengan kondisi saat ini, ataukah masih ada keinginan untuk terus menggapai hal-hal baru, yang selama ini belum kita dapatkan ?
Dalam proses kita untuk mencapai tujuan itu, ada rintangan yang seringkali menghambat langkah kita sesaat. Saat kita bisa menyelesaikan rintangan itu, akan membuat langkah kita ke depan menjadi semakin kuat dan mantap. Tapi kadang-kadang, seringkali tanpa sadar, saat kita bisa menyelesaikan suatu masalah, kita merasa sudah puas dengan kondisi itu, dan langkah kita terhenti disana.

Kita seolah sudah lupa, bahwa tujuan utama kita sebenarnya belum tercapai. Ibaratnya, saat kita bersekolah, kita mendapat nilai sepuluh dalam sebuah test harian. Dan kita sudah cukup puas dengan nilai itu, padahal ujian-ujian itu tadi hanyalah proses-proses sementara, karena bukankah tujuan utama dalam bersekolah adalah naik kelas, dan lulus ? Kesenangan-2 kecil, tentu perlu juga dirayakan, karena bisa memberikan kebahagiaan, kebanggaan dan kesenangan sementara. Tapi tentu kita tidak boleh terlena di dalamnya lalu berhenti disana. Setelah kesenangan itu selesai dirayakan, kita harus kembali bekerja keras pada jalur utama yang kita tuju. Orang-orang yang sukses di dunia ini, mereka bahkan berani menunda kenikmatan kecil mereka, demi sebuah tujuan utama yang lebih besar.

Sebuah kisah nyata yang tepat bagaimana kita menunda kesenangan kecil demi mendapatkan kesuksesan yang lebih besar, adalah Sylvester Stallone. Dia memang kini salah satu aktor termahal di Hollywood, tapi tahukah anda bagaimana dia memulai karirnya ? Stallone lahir dari sebuah keluarga miskin di Amerika. Walau demikian, latar belakang keluarga tidak menghalanginya untuk bermimpi menjadi seorang bintang besar. Saat remaja, dia sudah sering mencoba casting di beberapa film murahan, namun itupun tidak pernah berhasil. Suatu saat, Stallone terinspirasi pada sebuah pertandingan tinju, yang membuatnya menulis tentang manuscipt film olahraga tinju, “Rocky”.

Setelah selesai, Stallone mencoba menawarkan skrip-nya kepada berbagai perusahaan film, tapi tidak ada yang mau membelinya, karena pada saat itu memang film dengan latar belakang tinju tidak laku di pasaran. Sampai akhirnya, ada sebuah perusahaan yang mau menawar harga naskah film tersebut sebesar 75.000 dollar, sejumlah uang yang nilainya puluhan kali lipat dari uang yang pernah dimiliki Stallone.

Saat itu, ada kebimbangan di dalam hatinya. Uang itu, cukup untuk membuatnya hidup lebih layak dan makmur. Tapi di sisi lain, Stallone ingin menjadi seorang bintang, seorang aktor terkenal, bukan seorang penulis naskah film. Jadi Stallone mencoba menawarkan kepada perusahaan film tersebut, agar dia yang menjadi aktor utamanya. Mereka menolak, karena mereka sudah memilih seorang aktor yang sudah berpengalaman untuk film tersebut, dibanding Stallone yang tidak punya latar belakang dan pengalaman di film. Negosiasi menjadi alot, karena Stallone menolak menjual naskah tersebut jika bukan dia yang menjadi pemeran utamanya. Bahkan saat harga naskah itu meningkat tiga kali lipat, dan terus meningkat hingga satu juta dollar, Stallone tetap menolaknya. Walau ia miskin dan lapar, tapi dia berani menolak uang satu juta dollar, hanya karena dia sudah punya impian yang kuat, bahwa dengan menjadi aktor, dia bisa memperoleh uang jauh lebih banyak dari uang satu juta dollar.

Akhirnya, perusahaan film itu menyerah juga, dan mereka mengijinkan Stallone menjadi pemeran utama, dengan syarat naskah itu dijual hanya dengan harga 35.000 dollar, serta Stallone hanya akan mendapat bayaran sebagai aktor sejumlah persentase tertentu jika film itu cukup laku di pasaran. Sebuah pilihan berisiko tinggi diambil oleh Stallone. Mengorbankan uang 75.000 dollar, dan hanya mendapatkan 35.000 dollar plus tambahan lagi beberapa ribu dollar jika film itu laris. Semua orang di sekitarnya mengatakan bahwa keputusan itu adalah keputusan terburuk yang pernah diambil Stallone. Tapi Stallone tidak menggubris itu semua, karena di hatinya dia tahu, bahwa yang dia lakukan ini hanyalah menunda kesenangan sesaat, untuk mendapatkan kesenangan lain yang lebih besar.

Pada waktu film Rocky diluncurkan, bukan saja film itu menjadi laris, tapi bahkan menjadi box office di seluruh dunia, dengan total penjualan bersih menjadi 171 juta dollar, meraih 10 nominasi untuk academy awards, serta mendapatkan satu piala Oscar. Secara spontan, Stallone langsung naik daun menjadi aktor kelas atas Hollywood, dan tawaran main film kelas satupun mulai berdatangan ke dirinya. Apa yang dialami oleh Sylvester Stallone adalah sebuah pilihan untuk berani menunda kesenangan-kesenang an kecil, dan berjuang untuk meraih kesuksesan yang lebih tinggi lagi.

Jangan pernah terjebak dengan kenyamanan sementara, yang kadang membuat kita merasa sudah puas, padahal bukan itu sebenarnya yang kita inginkan. Nikmati hasil sementaranya, tapi tetaplah punya visi ke depan yang jelas, untuk terus mengejarnya. Sukses untuk anda !
More aboutMenunda Kesenangan Kecil Demi Kesuksesan Besar

Tanpa Kaki dan Tangan, Croizon Berenang dari PNG ke Papua

PASAR SKOW, KOMPAS.com - Seorang warga Perancis yang kehilangan kaki dan tangan akibat kecelakaan berhasil berenang dari Papu Nugini ke Papua, Indonesia, Kamis (17/5/2012). Ini merupakan upaya pertamanya dalam misi berenang di lima benua.

Philippe Croizon (43) menggunakan sepasang lengan prostetik yang dilengkapi sirip. Jarak 20 kilometer itu ditempuhnya dalam waktu 7,5 jam untuk berenang dari Desa Wutung, Papua Nugini, ke Pasar Skow, Provinsi Papua, Indonesia.

"Sangat berat, sangat berat," kata Croizon kepada AFP dengan napas terengah-engah sesaat setelah tiba di pantai Pasar Skow.

"Diperlukan waktu satu setengah jam lebih lama dari perkiraan karena kami harus berenang melawan arus," katanya, sementara lebih dari 100 warga setempat menyambutnya di pantai itu.

Yang pertama dari empat tantangannya untuk berenang di seluruh dunia itu, Croizon didamping perenang jarak jauh lain yang berasal dari Perancis Arnaud Chassery serta seorang warga PNG bernama Zet Tampa. Tampa bergabung dengan Croizon secara sukarela untuk menunjukkan solidaritas.

"Kami berenang perlahan karena tidak sempat berlatih," jelas Croizon.

Juru bicaranya, Robert Iseni, yang mendokumentasikan ekspediisi itu, mengatakan meskipun kegiatan itu berjalan lancar, mereka menghadapi sejumlah halangan.

"Awalnya mereka berenang melawan angin, lalu (melawan) arus kuat. Namun mereka tidak menemui halangan seperti ubur-ubur ataupun hiu," papar Iseni.

Croizon yang merenangi Terusan Inggris pada 2010 melakukan aksi merenangi perairan di seluruh dunia itu untuk menunjukkan kemampuan para penyandang difabel dan menyampaikan pesan perdamaian dan solidaritas.

Croizon kehilangan semua lengan dan kaki karena harus diamputasi setelah dia tersetrum listrik berkekuatan lebih dari 20.000 volt pada 1994 ketika hendak mencabut antena TV dari atap.

Saat menjalani proses pemulihan di rumah sakit, dia menyaksikan film dokumentasi di televisi tentang perenang lintas-terusan. Sejak itulah ambisinya lahir.

Pada Juni mendatang, dia akan berenang dari Asia ke Afrika, dengan jarak 25 kilometer dari Teluk Aqaba di Jordania ke pantai Mesir.

Bulan berikutnya, dia akan menghubungkan Eropa dengan Afrika dengan merenangi Selat Gibraltar, melalui ratusan kapal kargo dan tanker yang di perairan yang sudah kena polusi itu.

Selanjutnya, pada Agustus dia akan berenang di antara pulau-pulau Big Diomede di Rusia dan Little Diomede di Amerika Serikat secara bolak-balik sepanjang 10 kilometer. Perlu diketahui suhu perairan itu mencapai nol derajat celcius.
More aboutTanpa Kaki dan Tangan, Croizon Berenang dari PNG ke Papua